Untuk pertama kalinya saya ikut Friday's Recommendation yang digagas oleh Ren's Little Corner. Tujuan meme ini adalah untuk merekomendasikan buku yang belum diterjemahkan di Indonesia lalu bisa juga jadi ajang pamer buku keren yang nantinya direkomendasikan kepada sesama pembaca.
Sebelumnya saya pernah mengulas mengenai The Tail of Emily Windsnap di Wishful Wednesday #1, nah kali ini saya keukeuh untuk merekomendasikannya agar bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Rating bukunya di Goodreads juga lumayan bagus. Saya suka ide cerita dari buku ini. The Tail of Emily Windsnap ini merupakan buku pertama, total ada 5 buku.
Bukan gak usaha sama sekali sih, waktu itu pernah request sama salah satu teman saya yang kebetulan juga berprofesi sebagai editor. Tapi karena dia juga baru pertama kali mendengar penulis dan bukunya, dia bilang akan dilihat dulu sambil dipertimbangkan bisa diterjemahkan atau tidak. Ya... mudah-mudahan aja bisa diterjemahkan kalau dilihat dari tema cerita yang mengangkat tentang putri duyung kan masih jarang juga di Indonesia. Atau barangkali juga ada penerbit lain yang berminat, saya sih senang aja. Yang pasti bukunya bakal saya beli XD
Friday, August 30, 2013
[Scene on Three #2] Sweet Melody
Judul Buku: Sweet Melody
Penulis: Baek Myo
Penerbit: Haru
Review: di sini
Berhubung buku yang baru selesai dibaca adalah buku ini, jadi Scene on Three kali ini saya mau mengutip dari dalam buku Sweet Melody.
[Halaman 116-117]
"Mari bersenang-senang. Musik kan sebuah kebahagiaan!"
Hwan mengangguk. Kali ini berbeda, dibanding kegugupan karena harus bernyanyi, Hwan lebih sulit menahan godaan desahan napas Chang Ryong yang menyentuh telinganya.
"Kita mulai."
Hwan menutup matanya lekat-lekat.
Dia bernyanyi menyesuaikan lirik dengan musiknya. Mulailah dia menyatu dengan permainan musik teman-temannya.
Penulis: Baek Myo
Penerbit: Haru
Review: di sini
Berhubung buku yang baru selesai dibaca adalah buku ini, jadi Scene on Three kali ini saya mau mengutip dari dalam buku Sweet Melody.
[Halaman 116-117]
"Mari bersenang-senang. Musik kan sebuah kebahagiaan!"
Hwan mengangguk. Kali ini berbeda, dibanding kegugupan karena harus bernyanyi, Hwan lebih sulit menahan godaan desahan napas Chang Ryong yang menyentuh telinganya.
"Kita mulai."
Hwan menutup matanya lekat-lekat.
Dia bernyanyi menyesuaikan lirik dengan musiknya. Mulailah dia menyatu dengan permainan musik teman-temannya.
Labels:
Bukan Review,
Reading Events
Wednesday, August 28, 2013
[Book Review #14] Sweet Melody
Penulis : Baek Myo
Penerjemah : Rahmawati
Penyunting : Vina Marlia
Cetakan I, Juli 2013
Penerbit : Haru
Tebal : 354 halaman
ISBN : 978-602-7742-15-4
Rating: 4 dari 5 bintang
Blurb:
“Musik adalah kebebasan menuju dunia yang tidak diketahui.”
Hwan kabur dari rumah.
Selama berbulan-bulan, ia merasakan pahitnya kehidupan di jalanan, termasuk dikejar oleh kumpulan preman. Saat sedang bersembunyi di sebuah gereja, Hwan bertemu dengan empat pemuda tampan yang sedang berlatih musik. Mereka membantunya lepas dari kejaran para preman itu.
Hwan mengira ia cukup mengucapkan terima kasih pada mereka. Namun tiba-tiba, para pemuda itu mengajaknya bergabung dengan band mereka.
Penerjemah : Rahmawati
Penyunting : Vina Marlia
Cetakan I, Juli 2013
Penerbit : Haru
Tebal : 354 halaman
ISBN : 978-602-7742-15-4
Rating: 4 dari 5 bintang
Blurb:
“Musik adalah kebebasan menuju dunia yang tidak diketahui.”
Hwan kabur dari rumah.
Selama berbulan-bulan, ia merasakan pahitnya kehidupan di jalanan, termasuk dikejar oleh kumpulan preman. Saat sedang bersembunyi di sebuah gereja, Hwan bertemu dengan empat pemuda tampan yang sedang berlatih musik. Mereka membantunya lepas dari kejaran para preman itu.
Hwan mengira ia cukup mengucapkan terima kasih pada mereka. Namun tiba-tiba, para pemuda itu mengajaknya bergabung dengan band mereka.
Labels:
Book Review,
Penerbit Haru,
Romance,
Teenlit,
Young Adult
[Wishful Wednesday #2] Neil Gaiman's Books
Engga kerasa lagi sudah hari rabu. Dan kali ini adalah pengalaman Wishful Wednesday kedua saya. Yay!
Entah kenapa juga, setiap kali udah pegang buku-buku ini, selalu ga jadi beli. Kebanyakannya sih kepincutnya beli buku bersampul unyu dan sebangsanya. Haha...
Buku yang saya inginkan kali ini dan juga yang memang menjadi wishlist saya beberapa bulan ini adalah... buku-bukunya Neil Gaiman.
1. American Gods (Goodreads)
Entah kenapa juga, setiap kali udah pegang buku-buku ini, selalu ga jadi beli. Kebanyakannya sih kepincutnya beli buku bersampul unyu dan sebangsanya. Haha...
Buku yang saya inginkan kali ini dan juga yang memang menjadi wishlist saya beberapa bulan ini adalah... buku-bukunya Neil Gaiman.
1. American Gods (Goodreads)
Whoa... kepincut sama blurb-nya. Nah, pas baca blurb-nya juga jadi keingetan sama draft novel (yang kemudian ga selesai lagi seperti yang lainnya), yang kebetulan juga nama tokohnya Shadow.
Labels:
Bukan Review,
Reading Events,
Wishful Wednesday
Monday, August 26, 2013
Buying Monday #1
Maklumlah blog baru, jadi lagi rajin-rajinnya posting. Nah, kali ini saya mau ikutan mengakui dosa di Buying Monday yang memenya digagas oleh Aul [The Black in the Book]. Untuk bulan Agustus ini jumlah total ada 15 buku, didominasi oleh genre romance. 10 buku sudah diterima dengan selamat dan 5 buku lagi masih belum diterima alias masih nangkring cantik di kantor JNE :p
Buku-buku tersebut ada yang saya beli di situs toko buku online yang beberapa waktu kemarin menawarkan diskon yang cukup lumayan, ada juga beli langsung dari penerbitnya yang tentunya diskonnya juga lumayan, dan terakhir beli buku bekas dari Iif.
Dan inilah timbunan buku saya:
Labels:
Bukan Review,
Buying Monday,
Reading Events
Friday, August 23, 2013
[Scene on Three #1] Kala Kali
Judul Buku: Kala Kali
Penulis: Valiant Budi & Windy Ariestanty
Penerbit: GagasMedia
[Halaman 312-313]
"Seberapa besar kau mencintaiku?"
"Sebesar kuku jari."
Aku yang sedang menggigiti kuku jari tengahku terdiam. "Kuku jari?"
Ibu menatapku dengan tersenyum. Senyum yang selalu aku rindukan, terutama ketika aku ulang tahun dan patah hati.
"Iya. Kuku jarimu selalu tumbuh meski kaupotong. Sebesar itulah cinta. Tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup."
Lima belas tahun kemudian, ketika Ibu sudah tak lagi bersamaku, aku baru paham filosofi kuku jari dan mengapa cukup adalah bilangan tak terhingga dari cinta.
Cinta selalu cukup untuk siapa saja.
Penulis: Valiant Budi & Windy Ariestanty
Penerbit: GagasMedia
[Halaman 312-313]
"Seberapa besar kau mencintaiku?"
"Sebesar kuku jari."
Aku yang sedang menggigiti kuku jari tengahku terdiam. "Kuku jari?"
Ibu menatapku dengan tersenyum. Senyum yang selalu aku rindukan, terutama ketika aku ulang tahun dan patah hati.
"Iya. Kuku jarimu selalu tumbuh meski kaupotong. Sebesar itulah cinta. Tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup."
Lima belas tahun kemudian, ketika Ibu sudah tak lagi bersamaku, aku baru paham filosofi kuku jari dan mengapa cukup adalah bilangan tak terhingga dari cinta.
Cinta selalu cukup untuk siapa saja.
Labels:
Bukan Review,
Reading Events,
Scene on Three
Thursday, August 22, 2013
[Book Review #13] When Patty Went to College
Penulis : Jean Webster
Penerjemah : Rien Chaerani
Editor : Azzura Dayana
Cetakan Pertama, Agustus 2010
Penerbit : Orange Book
Tebal : 226 halaman
ISBN : 978602843684-7
Rating: 2,5 bintang dari 5
Blurb:
Pura-pura sakit supaya masuk rumah sakit dan dijadwalkan ujian susulan...
Menciptakan tokoh siswi fiktif yang membuat heboh satu asrama...
Taktik unik dan lucu saat belajar di kelas agar tetap terlihat pintar....
Itu cuma sedikit dari segudang keisengan Patty. Ya, gadis cerdas dari sekolah asrama St. Ursula itu, kini melanjutkan studinya. Dunia kampus tak membuat keisengan Patty Wyatt berkurang. Bersama sahabatnya, Priscilla dan Georgie, mereka belajar, dan tentu saja, melakukan banyak keisengan. Ehm... mungkin lebih banyak melakukan keisengan dibanding belajar.
Penerjemah : Rien Chaerani
Editor : Azzura Dayana
Cetakan Pertama, Agustus 2010
Penerbit : Orange Book
Tebal : 226 halaman
ISBN : 978602843684-7
Rating: 2,5 bintang dari 5
Blurb:
Pura-pura sakit supaya masuk rumah sakit dan dijadwalkan ujian susulan...
Menciptakan tokoh siswi fiktif yang membuat heboh satu asrama...
Taktik unik dan lucu saat belajar di kelas agar tetap terlihat pintar....
Itu cuma sedikit dari segudang keisengan Patty. Ya, gadis cerdas dari sekolah asrama St. Ursula itu, kini melanjutkan studinya. Dunia kampus tak membuat keisengan Patty Wyatt berkurang. Bersama sahabatnya, Priscilla dan Georgie, mereka belajar, dan tentu saja, melakukan banyak keisengan. Ehm... mungkin lebih banyak melakukan keisengan dibanding belajar.
Labels:
Book Review,
Classic,
Orange Book,
Young Adult
Subscribe to:
Posts (Atom)

