Saturday, July 26, 2014

[Book Review #107] Dead by Nightfall

Penulis: Beverly Barton
Penerjemah: Uki Dimas Gemawan
Penerbit: Dastan Books
Seri: Dead by #3, Griffin Powell #13
Cetakan pertama, Januari 2013
Publikasi pertama: Januari 2011
Tebal: 504 halaman
ISBN: 978-602-247-063-2
Rating: 3,5 dari 5 bintang
Bisa didapatkan di: Bukukita | Dastanbooks

Blurb:

Nicole, istri Griffin Powell, menghilang ketika sedang menghabiskan waktu di pondok pribadinya, jasad pengawalnya ditemukan di jurang setelah tewas ditembak terlebih dahulu. Menggunakan semua sumber daya Powell Agency, Griff berusaha menemukan Nic. Pencarian Griff membuatnya kembali dihadapkan pada hantu dari masa lalunya yaitu Malcolm York.

York, orang yang diyakini telah mati oleh Griff, telah muncul kembali dan menebar teror. Sementara Griff mengikuti kemauan York guna menyelamatkan istrinya, York juga meneror orang-orang yang dekat dengan Griff. Pada saat yang bersamaan, Nic juga harus berjuang untuk tetap bertahan hidup selama berada dalam genggaman York.

Benarkah York bangkit kembali dari kematian? Mampukah Griff menemukan dan menyelamatkan Nic? Mampukah Nic bertahan dalam cengkeraman dan permainan York? Perburuan ini menjadi ajang pertaruhan segala yang ada dalam kehidupan Griff.

Review:

Setelah merasa curiga dengan Griffin tentang hubungannya dengan Yvette saat mereka bersama-sama menjadi tawanan Malcolm York di Amara sejak enam belas tahun yang lalu, Nic memutuskan untuk menenangkan perasaannya di pondok pribadinya. Nic tidak tahu, ternyata di pondok tersebut telah menunggu seseorang yang jahat dan berniat menculiknya atas perintah Malcolm York.

Berita mengenai penculikan Nic akhirnya diterima oleh Griffin, dan disaat yang sama ia juga mengetahui kehadiran Malcolm York yang dulu telah ia bunuh di Amara. Griffin yakin, baik dirinya, Sanders dan Yvette melihat York mati di tangan mereka, tapi kehadiran York palsu membuat keyakinannya goyah karena beberapa detil yang diyakininya hanya diketahui oleh beberapa orang. Ditambah lagi wajah York palsu benar-benar mirip dengan York yang asli.

Tujuan Nic diculik oleh York adalah untuk membalas dendam pada Griffin, Sanders, dan Yvette. Nic sengaja dipersiapkan untuk sebuah pertunjukkan yang terbagi menjadi tiga kategori.
1. Arena: pertarungan yang mewajibkan untuk membunuh lawan untuk memenangkan pertandingan.
2. Eksekusi: pertunjukkan untuk menyaksikan algojo dalam mencabut nyawa orang yang dikutuk. Keduanya diperankan oleh tawanan York
3. Perburuan: permainan bertahan hidup dalam hutan dengan pemburu yang rela membayar mahal untuk membunuh buruannya, dan biasanya berhenti pada saat senja datang.

Tidak hanya Nic yang dibawa York untuk masuk ke dalam permainan gilanya. Griffin, Sanders, dan Yvette pun mau tidak mau rela melakukan permintaan York agar mereka bisa mendapat cara mengetahui lokasi Nic dan membebaskannya.

"Dan sekarang aku punya umpan yang sempurna untuk memancing Griffin Powell ke dalam jebakanku dan membawanya kembali ke dalam satu perburuan terakhir." - hal. 222

Punya buku ini udah sejak lama saat pertama kali rilis, cuma memang belum sempat baca aja. Lagi pula rasanya gak komplet banget kalau baca buku pertama dan kedua dari seri Dead by tapi gak baca seri ketiganya XD

Seperti biasa, saya gak suka dengan sampul buku genre romantic suspense yang dipilih oleh Dastan, tapi untung aja sampul buku aslinya pun gak lebih baik. Tapi untuk sampul Dead by Nightfall, saya merasa lokasinya cocok dengan quest yang diberikan York waktu Griffin harus menyelamatkan tiga orang anak di Hyde Park Corner.

Seperti biasa, Beverly Barton mengambil sudut pandang orang ketiga jamak agar semua ceritanya tergambarkan oleh pambacanya dengan baik. Ada beberapa adegan yang menuntut kita untuk melintasi waktu beberapa waktu ke belakang sebelum waktu tersebut terjadi. Untuk cerita, sepertinya buku ini adalah klimaks dari semua seri Griffin Powell yang pernah ada, karena sebelumnya kan selalu diceritakan bahwa mayat York menghilang sesaat setelah Griff, Sanders, dan Yvette membunuhnya.

Saya sebetulnya gak begitu antusias dengan ceritanya. Malcolm York yang seolah hidup kembali terkesan seperti dipaksakan. Awalnya memang agak bikin merinding, tapi pas tahu kenyataan yang sebenarnya ya ternyata begitu aja, gak membuat saya antusias. Perburuan terakhirnya juga kesannya gampang banget, cuma begitu doang. Padahal Griff dkk. memburu York gadungan sampai berbulan-bulan.

Ada repetisi yang saya sebal karena beberapa kali membaca kalimat tersebut, soal Griff yang menyesal tidak jujur tentang dia dan Yvette di Amara dulu pada Nic. Kayanya sengaja sering banget ditulis biar berkesan Griff nyesel gitu, tapi ujung-ujungnya malah kerasa datar tanpa perasaan dan jujur itu hanya seolah-olah kewajiban. Dengan ketiga belas seri Griffin Powell ini, semoga Beverly Barton tidak usah menulis lanjutannya kembali. Karena jujur, saya sudah mulai bosan dengan Griff. Lain halnya jika menceritakan tokoh lain yang sepertinya akan menjadi buku selanjutnya, kisah Luke dan Meredith. Selama gak ada campur cerita Griff, saya sepertinya ingin membacanya. 3,5 bintang untuk penutup seri Dead by.

Buku sebelumnya:
1. Dead by Midnight
2. Dead by Morning

Review ini diikutsertakan dalam:
- Lucky No. 14 Reading Challenge (kategori (Not So) Fresh From the Oven)
- 2014 TBRR Pile
- Indiva Readers Challenge 2014

No comments:

Post a Comment