Friday, August 23, 2013

[Scene on Three #1] Kala Kali

Judul Buku: Kala Kali
Penulis: Valiant Budi & Windy Ariestanty
Penerbit: GagasMedia

[Halaman 312-313]

"Seberapa besar kau mencintaiku?"

"Sebesar kuku jari."

Aku yang sedang menggigiti kuku jari tengahku terdiam. "Kuku jari?"

Ibu menatapku dengan tersenyum. Senyum yang selalu aku rindukan, terutama ketika aku ulang tahun dan patah hati.

"Iya. Kuku jarimu selalu tumbuh meski kaupotong. Sebesar itulah cinta. Tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup."

Lima belas tahun kemudian, ketika Ibu sudah tak lagi bersamaku, aku baru paham filosofi kuku jari dan mengapa cukup adalah bilangan tak terhingga dari cinta.

Cinta selalu cukup untuk siapa saja.


Semakin aku bertambah usia, semakin aku pun paham. Tak pernah ada cara yang tepat untuk mencintai. Yang disebut tepat adalah ketika kita aku dan kamu saling mencintai dengan cukup.

Ibu pasti bangga di sana. Putri kecilnya kini sudah dewasa dan berani mencintai sebesar kuku jari itu. Tak peduli berapa kali ia mengalami patah hati.

Lilin ulang tahunku pun padam. Ini sudah malam.

~

Setelah memilih di antara adegan bagian Vabyo atau bagian Windy, saya ternyata lebih condong pada adegan dari cerita Windy. Bahkan sampai saya selesai membaca pun, adegan ini masih meninggalkan kesan bagi saya. Adegan ini sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan cerita buku. Adegan ini adalah penggalan draft novel Akhsara yang sedang dibaca oleh Bima.

Setelah banyak definisi dan filosofi cinta yang telah saya baca, saya kembali dibuat setuju oleh filosofi kuku jari. Bahwa Cinta itu tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup.

~

Buku Kala Kali ini telah saya review di sini. Ada yang tertarik dengan bukunya setelah membaca penggalan adegan di atas? Dan bagi yang ingin mengikuti Sceen on Three, caranya:

1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

6 comments:

  1. Wow, filosofinya keren banget, jadi pengin coba baca karya Windy (iya, belum pernah sama sekali) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku ini juga buku pertama Windy yang saya baca X))

      Delete
  2. ih..dapat filosofi baru. Simple tapi ngena.
    ah sayang ibu saya jarang berfilosofi seperti itu.
    ha..ha..
    (^_^)v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu saya juga engga pernah malah, haha...

      Delete
  3. cinta itu tak pernah putus, selalu ada dan ada. Seperti kuku kaki dan kuku tangan, hehehe

    ReplyDelete