Saturday, April 12, 2014

[Book Review #94] Lockwood & Co: The Screaming Staircase

Penulis: Jonathan Stroud
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penyunting: Barokah Ruziati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, Januari 2014
Publikasi pertama: 2013
Tebal: 424 halaman
ISBN: 978-602-03-0136-5
Rating: 4,5 dari 5 bintang

Bisa didapatkan di: Bukukita | Yes24

Blurb:

Setelah gelap, bunyikan lonceng dan tunggu di luar garis besi.

Selama lima puluh tahun lebih, wabah hantu menyerang Inggris. Lucy Carlyle, penyelidik paranormal yang masih muda, menginginkan karier cemerlang. Namun, kenyataannya ia bergabung dengan agensi pembasmi hantu paling kecil, paling kumuh di London, dipimpin Anthony Lockwood yang karismatis.

Ketika salah satu kasus mereka berakhir dengan kekacauan fatal, Lockwood & Co. memiliki peluang untuk memperbaiki keadaan. Sayangnya, itu berarti mereka harus menginap di rumah paling berhantu di Inggris.


Review: 

Setelah selesai baca dan suka dengan The Bartimaeus Trilogi (TBT), akhirnya saya baca juga buku Jonathan Stroud yang lain. Gak jauh berbeda dengan TBT, seri Lockwood & Co. ini juga berhubungan dengan makhluk dunia lain dan kali ini dengan spesialisasi hantu-hantu bergentayangan.

Diceritakan, bahwa di Inggris saat ini sedang dilanda wabah hantu. Kejadian tersebut telah berlangsung selama lima puluh tahun dan terus berlanjut sampai sekarang. Kejadian tersebut tidak ada yang tahu sebabnya, namun beberapa orang menduga bahwa wabah tersebut adalah karena telah terjadi serangkaian peristiwa berdarah di Inggris sehingga membuat fenomena supernatural muncul secara mendadak dan menyebabkan kematian mengerikan.

Cerita dimulai saat Lucy Carlyle dan Anthony Lockwood disewa jasanya sebagai penyelidik paranormal untuk mengamankan sebuah rumah tinggal yang apapun di dalamnya diduga menyebabkan pemiliknya tewas dan saat ini hantu tersebut terus mengganggu penghuni lainnya di rumah itu. Dengan berbekal informasi yang kurang lengkap, Lucy dan Lockwood melakukan kesalahan. Mereka memang menemukan sumber yang menjadi masalah di rumah tersebut. Tapi karena terdesak oleh sosok hantu yang dulunya bernama Annabel Ward, Lucy menggunakan Peluru Api Yunani saat beraksi dan menyebabkan rumah klien mereka terbakar.

Dengan adanya tekanan dari DEPRAC (Department of Physical and Control atau Departemen Riset dan Kendali Cenayang) dan juga karena tuntutan dari klien yang marah karena menyebabkan rumahnya terbakar, Lockwood akhirnya menerima sebuah kasus sulit agar bisa membayar denda yang diputuskan oleh pengadilan.

Kasus tersebut datang dari pengusaha paling berpengaruh di Inggris, John Fairfax. Ia meminta Lockwood untuk memeriksa propertinya, Combe Carey Hall. Dan dari salah satu tempat di Comre Carey Hall-lah judul buku ini terjadi, Undakan Menjerit yang diyakini oleh Fairfax sebagai tempat yang paling berbahaya dalam propertinya, selain Kamar Merah.
***

The Screaming Staircase ini merupakan suatu permulaan yang baik untuk seri buku selanjutnya. Saya kembali menemukan bagaimana runutnya cerita yang dibangun oleh Jonathan Stroud dari awal sampai akhir. Mulai dari aksi pembasmian hantu oleh mereka, sampai bagian perkenalan, kehidupan lain masing-masing, masa lalu si hantu pun ikut diceritakan dengan baik. Membalik bukunya lembar per lembar tidak membuat saya bosan sama sekali dan justru ketagihan dengan sensasi horor yang diberikan. Lokasi yang dipilih memang sama dengan TBT, London. Tapi saya mendapati London yang berbeda sekali dengan London yang saya baca melalui TBT XD

Alur yang dipilih oleh Stroud adalah maju mundur dengan sudut pandang orang pertama tunggal (Lucy). Membaca buku ini lebih mudah dicerna jika dibandingkan membaca buku TBT yang sudut pandangnya berubah bergantian. Jika pada saat awal membacanya bingung dengan istilah yang dipakai oleh Lockwood, dkk. saya sarankan sebelum memulai membacanya sebaiknya mengintip dulu glosarium yang ada di belakang bukunya.

Membaca buku ini tuh sebetulnya bikin saya gagal move on dari TBT, walaupun memang berbeda tapi ketiga tokoh dalam buku ini mengingatkan saya pada tokoh dalam TBT. Saya terus saja membayangkan bahwa Lockwood itu Nathaniel, ya walau dia tidak seperti Nathaniel yang licik dan keras kepala saya mendapati Lockwood itu memiliki keinginan untuk menunjukkan kemampuannya kepada orang-orang sekitar yang menyepelekannya. Sama seperti Nathaniel. Lalu Lucy itu mirip dengan Kitty, independent girl yang masih selalu dihantui oleh kejadian masa lalu yang mengubah hidupnya. Dan terakhir saya melihat George itu mirip dengan Barty karena sikap tak acuh dan berlidah tajam.

Saya suka dengan interaksi antarkarakter dalam buku ini. Lockwood, Lucy, dan George adalah sebuah tim yang komplet yang membuat ceritanya menjadi hidup.

Selain karena nama besar penulisnya, saya sebetulnya tertarik dengan buku ini karena sampul depannya. Sampulnya membuat kita seolah mengintip melalui lubang kunci dan melihat sesosok hantu anak-anak sedang bermain kuda-kudaan. Tapi ya, ternyata sosok hantu itu hanyalah sebuah sosok hantu saja dan tidak ada hubungan sama sekali dengan cerita buku ini. Hantu yang muncul dan menjadi teka-teki justru adalah hantu seorang gadis yang meninggal karena dibunuh dan mayatnya ditanam pada tembok rumah.

Jika harus memilih mana adegan yang paling saya suka, saya justru bingung. Karena hampir semua adegannya memorable. Terutama pada saat mereka memasuki Kamar Merah dan menginjak Undakan Menjerit. Bikin saya gak bisa tidur dengan lampu yang dimatikan XD

Seperti biasa, saya suka sekali dengan terjemahannya yang baik dan kata-katanya yang mengalir. Hanya saja, mungkin setelah saya membaca keempat buku terjemahan Jonathan Stroud sebelum ini, stereotip salah kata atau typo itu terus menghantui saya mulai dari awal sampai akhir bukunya. Mata saya secara otomatis terus bergerak ke arah typo yang ada #dikeplak

Mau bukti? Ini dia salah kata dalam bukunya:
1. Hal. 46, tekenal > terkenal
2. Hal. 107, sekiar > sekitar
3. Hal. 108, Inggris utara > Inggris Utara
4. Hal. 133, didingnya > dindingnya
5. Hal. 165, berndenting > berdenting
6. Hal. 174, meyebabkan > menyebabkan
7. Hal. 254, legkap > lengkap
8. Hal. 268, Gorge > George
9. Hal. 290, bagunan > bangunan
10. Hal. 314, kataya > katanya
11. Hal. 408, departement > department

Mungkin kalau ada pengunjung blog saya yang bosan dengan seringnya saya menuliskan salah kata, saya minta maaf. Tapi terus terang, ini sebagian karena saya ingin memberikan masukan kepada penerbit agar terus mengecek naskahnya kembali sebelum dicetak. Sebagian lagi agar pada buku selanjutnya, salah kata ini bisa diminimalkan.

Kembali ke bukunya, sebetulnya twist ending yang diberikan oleh Stroud agak gagal menurut saya. Karena mulai dari setengah bukunya, pembaca bisa menebak siapa dalang dibalik pembunuhan Annabel Ward itu melalui sebuah petunjuk yang ditulis setelah penemuan inisial oleh Lockwood, Lucy, dan George. Tapi itu saja tidak membuat saya kapok untuk membaca buku lanjutannya. Semoga Stroud cepat selesai menulis buku seri keduanya. 4,5 bintang untuk undakan menjerit yang legendaris.

Review ini diikutsertakan dalam:
- Lucky No. 14 Reading Challenge (kategori Favorite Author)
- Young Adult Reading Challenge 2014
- Indiva Readers Challenge

4 comments:

  1. Setelah TBT sebenarnya saya rada bingung dan pilih2 mau membaca bukunya Stroud lagi, tapi sepertinya yang Lockwood & Co. ini menarik ya xD saya juga jadi mau baca juga :D
    Terima kasih untuk reviewnya kak Tammy :D

    Regards,
    Khairisa R. P
    http://krprimawestri.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 XD

      Bagus kok bukunya, ayo dibaca juga :D

      Delete
  2. aduh, pusing nih mau baca mana dulu. Buku lama atau buku baru.
    Jadi ingat ada Heroes of the Valley juga belum dibaca. Itu si JS juga penulisnya.

    ReplyDelete
  3. Aku Heroes of the Valley belum punya, hihi. Sekalinya nemu bukunya bukan harga obralan, ga jadi deh. Coba aja baca Lockwood dulu, mbak :D

    ReplyDelete